Profil Desa

🏡 Profil Desa

Sejarah Dusun Botuliyodu

Desa Bendungan – Kecamatan Mananggu – Kabupaten Boalemo

Asal Usul Nama Botuliyodu

Nama Botuliyodu berasal dari bahasa lokal yang berarti “batu yang berjejak” (atau tapak pada batu). Penamaan ini berhubungan dengan sebuah batu besar di wilayah dusun yang memiliki bentuk menyerupai telapak kaki manusia. Batu tersebut dipercaya masyarakat sebagai peninggalan jejak leluhur atau tokoh yang pernah singgah di daerah ini. Sejak lama, batu bertapak itu dijadikan penanda sekaligus identitas bagi dusun, sehingga kawasan permukiman yang berkembang di sekitarnya dikenal dengan nama Botuliyodu.

Pemukiman Awal

Wilayah Botuliyodu awalnya berupa hutan dan lahan kebun yang digarap oleh kelompok keluarga dari Desa Bendungan bagian dalam. Mereka membuka lahan untuk pertanian padi, jagung, dan tanaman palawija. Lambat-laun, terbentuklah sebuah permukiman kecil. Karena letaknya agak terpisah dari pusat desa, masyarakat menyebut wilayah itu sebagai dusun, dan dengan kesepakatan bersama dinamakan Dusun Botuliyodu sesuai penanda alam yang ada.

Perkembangan Sosial dan Budaya

Masyarakat Dusun Botuliyodu hidup dengan semangat gotong royong. Kegiatan keagamaan, seperti pengajian, doa bersama, dan peringatan hari besar Islam, dilaksanakan di rumah warga sebelum adanya musholla. Selain itu, tradisi lokal seperti gotong royong membangun jalan kebun, panen bersama, serta menjaga batu bertapak yang dianggap sakral, menjadi bagian dari budaya yang terus diwariskan.

Administrasi Dusun

Secara administratif, Dusun Botuliyodu merupakan salah satu dusun dalam wilayah Desa Bendungan, Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo. Kepala dusun pertama diangkat melalui musyawarah warga dan ditetapkan oleh Kepala Desa Bendungan. Hingga kini, Botuliyodu terus berkembang dengan jumlah penduduk yang semakin bertambah, serta pembangunan infrastruktur seperti jalan, fasilitas ibadah, dan sekolah yang semakin mendukung kehidupan masyarakat.

Potensi dan Identitas Dusun

Selain pertanian dan perkebunan, Dusun Botuliyodu memiliki potensi sejarah dan budaya yang menarik, khususnya tapak kaki pada batu yang menjadi ciri khas wilayah ini. Banyak warga dari luar dusun datang melihat langsung batu bertapak tersebut. Jika dikelola dengan baik, tapak kaki itu bisa menjadi simbol sejarah, identitas budaya, sekaligus objek wisata religi di Desa Bendungan.

Penutup

Sejarah Dusun Botuliyodu adalah kisah tentang bagaimana sebuah tempat dengan penanda alam berupa batu bertapak, menjadi pusat kehidupan masyarakat yang tumbuh dengan nilai gotong royong, tradisi, dan iman. Dari sebuah permukiman kecil, kini Botuliyodu telah menjadi dusun yang berkembang, tetap menjaga identitas, dan menjadi bagian penting dari Desa Bendungan.